Kumpulan Cerita Sex tidak bertanggung jawab atas ngacengnya atau tegangnya si burung para pembaca di blog ini, kalau anda kurang suka dengan blog saya ini silahkan anda keluar aja langsung, akan tetapi jika anda suka dengan blog saya ini silahkan mengeluarkan langsung di kamar mandi wkwkwkwkwkwkkw.

semua cerita di blog ini hanyalah fiktif belaka, maka jangan meniru atau mempraktekkan cerita ini di rumah anda.

waspadalah dan waspadalah!!!!!!!!!!

17 Responses to “About Us”


  1. 1 haries budjana Maret 14, 2010 pukul 2:09 am

    mksih ya buat para pngarang,mski critanya msh banyak ksalahan kata tpi bgus jga di baca tuk iringi tdurku

  2. 2 nina imut Maret 14, 2010 pukul 4:16 am

    kayak ygwe jga pngen…………………. hub gwedi…………………….
    081328563344

  3. 3 andi April 2, 2010 pukul 11:06 pm

    ah nek ngono ae ceritane orak ngandel q ah.mosok cwk perawan gampang timen d jak leq.paleng cah egek cilik mboan.egek hiso d apusi permen.

  4. 4 jack Mei 20, 2010 pukul 3:52 am

    Not bad,,

  5. 5 andhy Mei 21, 2010 pukul 3:45 pm

    i like homo sex
    okay

  6. 6 juned Juni 7, 2010 pukul 7:52 pm

    tp seru juga kya nyata, ak ja sampe bnr2 ngaceng
    sumpah ngaceng bgt

  7. 7 jhoni Juli 25, 2010 pukul 2:38 pm

    mas aku mau ngirim cerita ku… gimana caranya…

  8. 8 Sirait November 17, 2010 pukul 6:19 am

    ML Dengan Teman Isteriku

    Ini adalah kisah nyata yang pernah aku alami, bahkan hingga kini masih kujalani….. Maaf kaualu dalam tulisanku ini banyak yang tidak benar cara penulisannya, maklum baru pertama kali menulis.
    Isteri ku punya teman yang bernama Ena. Ena adalah seorang janda yang masih muda belia yang sudah ku anggap seperti adikku sendiri. Ena anaknya cantik, manis, dan yang pasti toketnya pas untuk tangan yang pengen remes toketnya yang imut itu. Singkatnya, Ena manis, kulitnya bersih kuning langsat. Aku dan isteriku hanya tinggal berdua saja dirumah di salah satu kota di RIAU. sebelum berpacaran dengan Edi, Ena dulunya sering tidur di rumah ku, Boleh dikatakan rumah kami sudah diangapnya seperti rumahnya sendiri. Sampai-sampai kalau Ena nginap dirumahku, kami selalu tidur bertiga di kamar dalam satu kasur. Isteri ku Sediktipun tak pernah menaruh rasa cemburu terhadap aku dengan Ena. Sangking percayanya, jika pagi isteriku keluar rumah mencari sarapan, aku dan Ena yang dalam keadaan tidur sering di tinggalkan berduaan saja. Terus terang, dari kecantikan dan penampilan Ena yang seksi, ditambah lagi karena aku sering melihat Ena yang tertidur diatas kasurku hanya menggunakan celana pendek dan kaos t-shirt tipis yang tersingkap, bahkan aku sering mendapat kesempatan melihat sealakangan nya yang terbbuka dari celah celana pendeknya yang tersingkap saat Ena sedang tidur, trus di tambah lagi dengan sikap ema yang juga sering seakan memancingku. Tentunya sebagai lelaki normal nafsu kelelakian ku jadi tidak terkontrol hingga memuncak. Demi dapat memuaskan hasrat setan ku yang pingin sekali merasakan bagaimana rasanya ML dengan Ena. .

    Waktu itu persisnya malam Senin, bulan agustus tahun 2010, tgl nya aku lupa. Tepat sekitar pukul 22.15 Wib, terdengar pintu rumah kami seperti ada yang mengetok. Saat pintu kubuka dan kulihat ternyata yang datang Ena bersama Edi pacar barunya. Ketika mereka ku suruh masuk, Ena pun langsung menyakan isteriku.

    “ Mana Bety bang” ujarnya menanyakan isteriku “tuh dibelakang lagi goreng kerupuk” jawabku.

    Melihat Ena yang langsung saja berlalu meninggalkan Edi pacar nya, aku pun mempersilahkan Edi untuk duduk di kursi yang berada di ruangan tengah di mana aku sedang menonton tv. Hingga akhirnya terlibat perbincangan ku dangan Edi.
    Tak terasa hampir satu jam kami berbincang, kulihat sambil berkata Edi seperti sedang melihat jam yang ada di tangan kirinya “Wahh ternyata udah larut malam” ketus Edi.

    “ Emangnya udah jam berpa Di?” tanyaku balik.
    Ternyata tak terasa jam sudah menunjukan hampir pulkul 12.00 malam. Setelah tau udah tengah malam, Edi pun bergegas bangun dari tempat duduknya.
    “Nanti ajalah pulangnya Di” kataku, “ G enak bang, ini udah malam saya harus pamt” ujar Edi sembari langsung melangkah mau keluar.

    “ Na… ni Edi mau pulang” kataku membritahu Ena, “ Iya bang… ini aku kedepan” ujar Ena cepat-cepat sambil berlari kecil dari arah dapur keluar.

    Karena ku pikri Ena juga pulang bersama Edi, akhirnya akupun keluar untuk mengunci pintu rumah. Namun baru saja aku melangkah hendak kedepan, aku kaget. diruangan tengah dikursi tamu rumah ku, aku melihat sebuah pertunjukan adegan panas antara Ena dengan pacarnya sedang berciuman. Takut ketahuan aku pun langsung balik kanan, hingga tak lama kemudian setelah tedengar bunyi sepeda motor Edi pergi, akupun kembali keluar untuk mengunci pintu. Namun apa yang kulihat ternyata Ena tidak ikut.
    “Tak ikut Adi Na ?” tanyakua pada Ena. “ Tidak bang, malam ini aku nginap disini aja, kan udah lama juga aku tak nginap disini” ujar Ena.
    “Ya udah, udah di kunci G pitunya” tanyaku pada Ena. “Udah bang” ujarnya menjawab.

    Sudah tak merasa canggung lagi, kulihat Ena pun langsung masuk kekamar tidur ku dan akupun melangkah kedapur untuk mencari isteriku namun kulihat isteriku tidak ada lagi didapur. Karena penasaran akhirnya akupun melangkah menuju kamar. dari pintu kamar yang sedikit terbuka kulihat ternyata isteriku sudah terbaring dan tertidur pulas di kasur.

    “Aneh…..tadi kulihat Ena masuk kekamr ini tapi koq G ada ya” gumam ku dalam hati sambil membuka pintu serdikit lebih lebar. Tapi apa yang ku dapati…… Aku melihat saat itu Ena dalam keadaan setengah Bugil sedang mengganti pakaian nya.
    “ Woww…. “ Kataku dalam hati. Aku terpana melihat keseksian tubuhnya, jantung ku pun berdegub kencang, tak sekedip pun kusia-siakan pandangan ku untuk melihat tubuh Ena saat itu.
    Takut diketahui Ena, saat ku lihat Ena siap berganti pakaian dan sepertinya mau melangkah keluar, aku pun bergegas kembali keruangan tengah langsung aku duduk dilantai sambil pura-pura sedang menonton tv

    Untungnya cepat, karena tak lama setelah itu kulihat Ena keluar dari kamar, “kalau tidak bisa malu aku jika dia tau perbuatan ku tadi” uajar ku dalam hati.

    Entah apa yang sedang di buat Ena di dapur, saat itu yang terdengar hanya bunyi sendok beradu dengan gelas”
    Tak lama Ena muncul, “Abang mau minum teh ya?” Tanya Ena pada ku. “Terserah Ena ajalah” jawabku.
    “Ya udah, klu gitu abang minum teh aja ya?” tanyanya lagi sambil menaruh teh yang di buatnya di atas meja buatku, “Maksih ya” jawabku sambil memperhatikan belahan dada Ena yang membungkal tepat tak jauh di depan ku saat dia menghidangkan teh itu. Sesekali kulirik betis Ena yang mulus sambil ku telan ludahku, karena terpesona melihat betis Ena yang mulus bersih yang hanya mengenakan celana pendek.

    Itulah sikap Ena, dia selalu saja seperti sengaja menggodaku dengan cara nya yang selalu bolak balik di hadapanku yang menurut ku itu hanyalah akal-akalan nya mencari perhatianku.
    Meskipun demikian, di depan Ena aku selalu menjaga sikapku yg seakan tak pengaruh dgn tingkahnya itu, padahal kalau pas lagi suasananya seperti itu, jantung ku selalu berdegub tak keruan.

    Seperti biasanya malam itu tidak ada apapun yang terjadi. Setelah hampir setelah satu jam Ena masuk ke kamar, matakupun terasa mengantuk, dan aku pun memilih untuk masuk juga kekamar untuk tidur. Saat aku masuk kamar, sebelum baring di sebelah isteriku aku kembali dapat tontonan vulgar. Ku tatap Ena yang sudah tertidur dengan posisi membelakakngi isteriku. Saking pendek celana nya, pantat nya yang montok dan mulus itu dapat kulihat dengan jelas sekali.
    Terbayangkan dibenak ku saat itu, aku menyetubuhi Ena ala Doggie. “Pasti nikmat sekali” gerutu ku.

    Sambil aku terbaring tepat di sebelah isteriku, kupejamkan mataku. Sambil kuberhayal akhirnya akupun teridur.

    Rasanya baru aja tidur tau-tau aku dibangunkan, namun saat aku sadar dan membuka mataku, kulihat ternyata waktu itu jam sedang telah menunjukan pukul 05.00 Wib pagi.
    Melihat mata ku terbuka, isteriku pun berkata, Bang… “Aku pergi kerumah ibu dulu ya?”Aku mau nemani ibu masak untuk kenduri nanti senja” ujar isteriku. Aku yg masih mengantuk langsung menjawab “ya udah, pergilah” ujarku. “Nanti sampaikan juga sama Ena ya bang” ujar isteriku menitip pesan padaku. “Ya…ya…” jawabku.
    Tak lama setelah kudengar suara pintu di tutup yang aku tau isteriku sudah pergi. Namun setelah ku toleh kesamping ternyata aku baru sadar bahwa ada Ena di sampingku. Otak ku yang memang sudah kotor, membuat mata ku jadi segar dan memilih untuk bangun dan bergegas kekamar madi untuk mengggosok gigiku.
    Saat aku kembali kekamar dan hendak berbaring lagi, kulihat Ena pun terjaga dan bangun dari tempat tidur. Serupa dengan apa yang ku lakukan, Ena pun langsung menuju kamar mandi dan tak lama setelah itu dia kembali lagi kekamar.

    Seperti tak ada kejadian, Tanpa banyak bertanya Ena pun kembali berbaring dikasur tepat disebelahku. “Ini kesempatan baik, aku harus dapat mengolah Ena” tutur ku dalam Hati.

    Entah Ena sudah kembali tertidur atau tidak, dengan posisinya yang membelakangiku, akupun langsung memulai aksiku, pertama kukumpulkan keberanian untuk mulai dengan dengan tangan gemetar aku berpura-pura bahwa aku sedang teridur tanpa sengaja memeluk Ena dari belakang. Awalnya aku gugup sekali, tapi kapan lagi ada kesempatan seperti ini, pikirku.
    Dengan perasaan yang sangat gugup aku mencoba memberanikan diri untuk pura-pura tak sadar telah memeluknya. Saat tangan ku sudah mulai medarat di pinggang nya (Posisi memeluknya dari belakang), aku sama sekali tak merasakan berontakan dari nya. aku tak peduli dia tertidur atau pura2, kali ini aku bukan hanya meletakan tangan ku di tubuhnya saja, tapi tangan ku sudah mulai mencari dan mulai raba2 dadanya yang masih dalam bungkus bajunyanya, tepat dibagian buah dadanya. Karena Ena masih diam juga, akhirnya aku mencoba untuk lebih berani dengan memasukan tangan ku kedalam baju nya untuk mencari dan meremas susunya yg sdh lama aku idamkan. Hanya dalam waktu singkat aku berhasil membuka penyangkut Bra nya hingga Branya dapat kutanggalkan. Sempat curiga di benak ku, bahwa sebenarnya Ena hanya pura-pura tidur. saya penasaran… Karena saat ku mainkan pentlil susunya, meski samar2, ku dengar desahan ema keluar dari birbinya. Nafsuku yang semakin mebeludak membuatku semakin berani dan tak terkendali, hingga
    Saat tubuhnya nya berbalik menghadapku yg ada di benak ku saat itu “aku ingin sekali melumat bibirnya”. Sejenak aku tatap wajahnya dari dekat, dan aku akui ternyata Ena memang cantik. Tanpa berpikir panjang dan ragu-ragu lagi aku mulai isep mulutnya.. dan ia bergerak pelan..aku kaget..kemudian aku lepas ciuman ku… Ena tampak tertidur lagi. trus aku cium lagi bibirnya sambil tangan aku membelai-belai teteknya masih dalam bungkus bajunya… Aku jadi penasaran., ia betul2 tidur atau tidak..Aku takut juga.. dengan jantung yang berdegub semakin kencang lantaran gugup, dengan nekatnya akupun langsung melumat bibir Ena. Kukecup bibir Ena perlahan… “Oh… “ kutarik napasku dan sejenak kurasakan aroma napas Ena “sdh lama aku menantikan kesempatan seperti ini” tukas klu dalam hati. Saat ku coba menjilati bibir nya, teryata barulah aku tau bahwa ternyata Ena hanya pura-pura tidur. Entah mungkin sdh terangsang dengan rangsangan ku, aku kaget setengah mati ternyata bibirku pun dilumat nya. “Abang nakal….” Bisiknya sambil mendesah ditelingaku.
    “My God…….semoga saja ini bukan mimpi” Ragu bercampur rasa tidak percaya dalam hati, akupun mulai memasukan lidah ku kemulutnya. Dalam keadaan yang masih gugup bercampur nafsu dan rasa tidak percaya, sambil terus kulumat bibrinya, akupun mulai menikmati kedua payudara Ena dengan kedua tanganku. Perlahan tetapi pasti kujelajahi kedua bukit kembar yang untuk pertama kalinya kudapati tanpa sebuah perjuangan yang berarti. Semakin lama aku permainkan dengan sekali dua kali kucubit putingnya yang menonjol menantang, mengalunlah suara yang terengah-engah, “Oohh.. Bannng.. ohhkh.. aku juga sudah lama penegen gini sama abang..” dan suara itu, ya.. suara itu membangkitkan kemaluanku dengan cepat tegak berdiri dan sialan! Ena menyadari itu…
    Diam-diam kurasakan tangan Ena ternyata sudah berada di balik celana jeans ku meremas-remas jakar ku. Sungguh aku terbuai oleh sentuhan tangan Ena yang memain-mainkan kontolku. Sesekali tangannya juga meremas buah jakarku, pelan tapi pasti. Entah setan apa yang telah merasuk, tanpa permisi tiba-tiba Ena melorotkan celana Jeans-ku hingga CD-ku sampai aku benar-benar bugil “Wow.. Bang, punya abang sudah minta segera diberi sentuhan nih.. woowww.. burung abang bengkok.. bisa masuk nggak ya? Ohhkh….” Jujur saja sebenarnya burungku tidaklah istimewa, batangnya bengkok dan diameternya lumayan. Aku sempat ragu juga apa bisa memuaskan Ena, maklum ini pengalaman pertamaku dgn nya.

    Sambil terus kami berciuman, perlahan tanganku juga mencoba melorotkan celana pendek yang masih dikenakan Ena. Buset! Ternyata Ena sudah tidak pakai CD sehingga hanya dalam hitungan detik dan sebelah tangan saja aku sudah dapat membuat nya bugil. Tanpa ragu-ragu akupun langsung mengubah posisi dengan membalikan tubuh Ena hingga posisi ku sekarang berada diatas tubuhnya.

    Sebelum mulai kuserang bagian bawahnya, aku kembali melumat bibir Ena dengan penuh mesranya. Ternyata apa yang kuperbuat tak dpt ditahan oleh Ena, Ena tiba-tiba saja bangun. Dengan posisi setengah berjongkok Ena berdiri sambil menarik tanganku, memberi tanda agar aku juga melakukan posisi yang sama dengan nya. Dalam keadaan sama-sama setengah jongkok saling berhadapan kami kembali saling berciuman semakin liar dan saling kami memainkan kemaluan satu sama lain. Puas dengan gaya itu, Aku turun dari ranjang dan meminta ema juga turun. Saat kami telah sama-sama sudah saling berdiri dan berhadapan tanpa di instruksi Ena langsung mengambil posisi jongkok sambil mengarahkan kontol ku yang dari tadi digenggamnya kearah mulutnya. Perlahan tapi pasti, Ena mulai mengulum dan memain-mainkan kontolku dengan lidahnya. Ena, hisap sayang…” bisikku pelan. Sudah lama aku ingin sekali merasakan sentuhan bibir Ena yang sangat seksi itu menelan kontolku kedalam mulutnya.
    Sesekali aku tersentak menarik pantat ku kebelakang saat merasakan ngilu ketika Ena menjilati lubang kontolku. “Enak ma……OooooKkhhhh……Terus…!!” Tak tahaan dengan permainan Ena, aku pun menarik tangan nya meminta nya berdiri dan menyudahi hisapan kontolku dimulutnya. Tepat di tepi ranjang aku baringkan Ena di kasur dengan posisi tengkurap dan sedikit ku ganjal bagian perut nya dengan bantal, dan dengan posisi kakinya melipat diatas ranjang, hingga terlihat lah menyembul vagina Ena yang terlihat baru habis dicukur bak sebuah apam yang menantang di bawah anusnya. Perlahan ku dekatkan wajahku diantara belahan pantat Ena, tercium di hidung ku aroma vagina nya yang semakin memacu adrenalinku untuk menikmati vagina Ena. Saat wajahku semakin mendekat di belahan pantatnya, pertama aku mulai menjilati anusnnya, dengan lahap ku jilat lubang anusnya hingga bibir vagina nya yg tampak kecoklatan itu, “Bannnng………….. Enak bang…” Owhhhh…..” desahEn semakin membuat nafsuku terbakar mendengar erangan kenikmatan yang dirasakannya. Saat ku coba menusukan lidahku keliang vaginanya, Ena sesaat tersentak mengankat pantatnya, seakan ingin menelan seluruh lidahku agar masuk lebih dalam lagi kaedalam liang vaginanya yang sudah basah membecek “ Udah bang……sekarang masukin bang….” Pinta Ena merangsang.

    Sudah seperti layaknya suami dan istri, kami seakan lupa dengan segalanya,
    Aku yang juga sudah tak tahan lagi, dan segera berdiri sambil menuntun kontol ku ke bibir vagina nya, sebelumnya kutusukkan kontol ku ke bibir vaginanya ku oles-oleskan dulu kepala kontolku di bibir lubang vaginanya yang basah itu. Ena yg memang nafsunya sudah memuncak, dengan sigap tangan nya merampas kontol untuk menuntun ke vaginanya. “Masukkan bang…. Tekan sekarang bang” sambil dia meletak kan kepala kontolku tepat di bibir kelentitnya yang kecoklatan itu sambil ia mengangkat pantatnya sedikit lebih tinggi hingga agak menungging karena tak sabar lagi. Dengan perlahan kutekan kontol ku di bibir vaginanya, jelas sekali terlihat kepala jakar ku saat itu menyeruak masuk dibelahan bibir vagnina Ena yang sudah sangat basah, Tanpa waktu yang lama kontolku berhasil kutanamkan seluruhnya kedalam lubang vagina Ena “Ooooohhhh…. Baaang…. Tekan lagi bang,,,,“ pinta Ena mulai meracau. “sejenak kuterdiam merasakan kontolku hangat di dalam pepeknya. Dengan perlahan aku pun mulai menggenjot pepek Ena yang basah. Kunaikan sebelah kaki kiriku katas ranjang sambil kedua tangan ku berpegang pada pinggul Ena yang posisinya sedikit menungging, sambil aku mulai menarik dan kembali memasukan kontol ku pelan hingga pada tempo yang sedikit kencang. Ploook!….Pleek!…… “Bang…enak bang….. erang Ena merasakan kenikmatan sambil dia menggoyangkan pantantnya seperti lagi ngebor. “Ooooowh…

    Erangan nikmat kami berdua, terdengar sangat romantis saat itu.
    “Pepek Ena ternyata masih sempit….mgkn karena lama tak dijejal dengan kontol” Gerutuku sambil menarik keluar kontolku dari lubang vaginanya. “Kenapa di cabut bang? Tanya Ena padaku. “ Ena berdirilah” Ujarkan menjawab, sambil ku tarik tangan nya. Dalam posisi berdiri dan saling berhadapan, tanpa aba-aba kami pun kembali berciuman dan saling melumat bibir satu sama lain. Dengan penuh nafsunya aku julurkan lidahku kedalam mulutnya, sambil kedua tanganku meremas-remas pantat Ena, dia pun sayik mengocok kontolku dengan tangannya.
    “Bang….. masukin lagi ya” pinta Ena dengan penuh manja sambil menggenggam kontolku mengarahkan ke bibir vaginanya yang semakin basah. “iya” bisikku pelan ditelinganya. Tanpa buang waktu lagi, sambil kuangkat sebelah kakinya keatas kasur aku kutekan pantatku kembali hingga seluruh kontolku pun masuk kedalam liang vaginanya yang sudah banjir. Hangat sekali rasanya kontolku didalam lubang vaginanya. Hampir 20 menit kami main dalam posisi berdiri sambil saling terus berciuman. Seperi diringi irama, aku terus menggenjot mengeluar masukan kontolku kedalam liang vagina Ena, Ena pun terus merintih ke enakan sambil terus menggoyangkan pantatnya seperti inul yang lagi ngebor. Sesekali juga kujilati leher ema hingga sisi telinganya, kurasakan di mulutku terasa agak asin oleh keringat Ena.
    “Capek bang…….. kita ganti posisi yok” Pintanya manja. “Boleh…” jawabku sambil menarik kontolku keluar dari vaginanya. “ Sebentar ya….” Kata ku sambil meraih handuk yang tergantung di dinding pintu sambil melihat tubuhku dan tubuh Ena serta rambutnya yang basah oleh keringat seperti baru habis mandi. Dengan mesra saat ku usap handuk di rambut dan ku lap seluruh tubuhnya yang basah oleh keringat, Ena pun terus saja memain-mainkan kontolku. “ sini aku lap kan juga tubuh abang” ujar Ena menarik handuk yang ada ditanganku. Sambil matanya sesekali menatap wajahku, ema pun ganti mengelapkan tubuh ku dengan handuk yang tadi kugunakan untuk mengeringkan keringat di tubuhnya. Sambil melemparkan handuk yang ada di tangannya, tanpa aba-aba Ena langsung naik keatas ranjang sambil tangan nya menarik tanganku seraya memintaku mengikuti nya. Entah apa maksudnya, kulihat ema maraih dua buah bantal lalu meletakkan bantal tersebut berlapis dua tepat di sisi ranjang yang menempel dinding. “Gaya apa ni ya?” gerutuku bertanya dalam hati. Belum habis pertanyaanku tadi, kulihat Ena langsung duduk di atas bantal tadi sambil membentangkan kedua kakinya mengahadapku. “ Ooohh… dia mau main posisi duduk” jawabku sendiri dalam hati sambil ku terpegun seakan masih tidak percaya dengan apa yang kualami, kulihat vagina Ena yang berwarna kecoklatan tanpa bulu itu tanpak jelas seakan menunggu kehadiran kontolku. “ Sini lah bang….” Pinta Ena. “ Eh, i iya” jawabku terbata-bata.
    Dengan poisi yang di inginkan Ena terpaksa aku pun mendekati nya dengan setengah jongkok, berdiri hanya dengan lutut dengan kaki ku melipat aku pun mendekati tubuh Ena. Baru saja aku mendekat, dengan ganasnya ema langsung menarik leherku dan langsung mencium dan melumati bibirku. “Ooh… kami kembali terbuai” Sambil saling berciuman, aku memain-mainkan bibir vaginanya, Ena pun asyik mengocok-ngocok kontolku.
    Puas berciuman, kulihat Ena menatap ku. “ Kenapa Yang…?” Tanyaku padanya. Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya seraya menjawab pertanyaanku, tanpa kata-kata kulihat wajahnya tersenyum sambil tangannya menarik kontolku yang kini sudah berada dibibir vaginanya. “Oh…” jawabku dalam hati yang mengerti apa yang dimaukan Ena.
    Dengan perlahan aku mulai kembali menusukan kontolku ke dalam vagina Ena, perlahan tapi pasti akhirnya seluruh batang penisku kembali menyeruak masuk tertanam seluruhnya di liang vaginanya. Sambil kembali ku goyang maju mundur pantatku agar penisku keluar masuk menancap pepek Ena, pantat emapun terus bergoyang mengimbangi goyangan ku. Dalam posisi berduduk, aku merasakan kontolku hangat menyentuh diding vagina eEna. Sambil saling memeluk kami terus saling berciuman dengan penuh lembutnya dan terus salinng bergoyang,
    “Baaaaang…..!!!” tiba-tiba kurasakan tangan Ena saat itu erat mencengkram bahu ku seraya semakin mempercepat goyangan ngebornya mempelintir kontolku yang keluar masuk menancap liang vaginanya. “Akuuu…. Maauuu, Ooohhhhh………!!!” teriak Ena yang ternyata sudah mencapai klimaks. “Abang sedikit lagi ni….!!” Jawabku sambil juga mempercepat goyangan pantatku maju mundur, kurasakan kontol ku hangat terendam oleh air kepuasan yang keluar dari rahim nya “ooooohhhhhh….!!” Teriak ku membalas rintihan Ena dengan memeluknya semakin erat menancapkan kontolku dan menenkan nya kuat. Croooot..crooot..!! air maniku pun tumpah membanjiri vagina ema. “Abang….. Tekan lebih kuat lagi!! Pinta Ena sambil memeluku dan menekan pantat ku seakan hendak menelan kontol ku dengan vaginanya. Cukup lama kami terdiam dalam posisi saling berpelukan merasakan nikmatnya detik-detik akhir dari permainan kami. Sebelum melepaskan kontolku dari vaginanya, masih dalam posisi berpelukan kami kembali Saling berciuman, perlahan dengan mesranya, hingga saat aku hendak mencabut kemaluanku dari vaginanya, ku kecup kening Ena lalu kubisikan ditelinganya “Kita istirahat yok” ajak ku sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur. Seakan tak mau terpisahkan, dalam kedaan terbaring ema langsung bangkit dan langsung merebahkan tubuhnya tepat diatas tubuhku “ini hanya rahasia kita berdua ya bang” ucap Ena sambil kurasakan tangan Ena yang mengusap-usap kemaluanku yang sudah lemas terkulai. “Iya, ini Cuma rahasia kita” jawabku sambil membelai rambutnya dengan penuh mesra, yang seakan kami saat itu adalah sepasang kekasih yang saling menyinta.
    “Eh.. jangan tidur dulu” ucapku sadar bahwa hari pun sudah siang. “iya ya bang…. Aku mandi dulu ya” Jawab Ena seakan mengerti apa maksudku yang takut kalau tiba-tiba nanti isteriku datang. Usai Mandi, seperti layaknya sepasang suami isteri, tak seperti biasanya kali ini tanpa malu-malu kulihat Ena santai saja berbugil ria didepanku melepaskan handuknya ketika hendak berpakaian. Selesai mengenakan pakaian nya, Ena langsung mendekati dan langsung mencium keningku. Karena memang posisiku masih dalam keadaan telanjang, dangan santai pula tangan Ena pun membelai-belai kemaluanku yang terkulai lemas. “Woowww… dia bangun lagi!!” Teriak Ena mengejutkan ku sambil kulihat wajahnya mendekati kontolku yang kembali keras menegang. “Sayang… sudah duyu ya… “ujarnya manja. “Tanggung jawab dong” ucapku selamba mennyinggungnya. “Aku pulang dulu, ntar klu memang si dia tidak pulang abang telpn aja aku” ujarnya . “Dedek sabar ya” cumbunya seakan mengajak kontolku yang ada ditangan nya berbicara. “Ya udah” jawabku seakan kesal. “Daaaaghhhh…” tukas nya sambil melambai “Mmmuachh….” Seraya Ena ber KissbBy kearahku sambil tersenyum berjalan keluar dari kamar berlalu meninggalkan ku. Setelah itu aku pun teridur pulas.
    Nah… sejak hari itu, setiap ada kesempatan kami selalu melakukan hubungan sex. Terkadang kalu dia lagi sendiri dirumahnya, dia menelponku dan kamipun melakukan hubungan sex. Dirumahnya. Sekian lama hubungan kami, aku dengan isteriku, Ena dengan pacarnya baik-baik saja. Bahkan, hingga kini hubungan intim kami masih terjaga kerahasiaan nya alias tidak ada siapapun yang tau.

  9. 9 duvv Januari 16, 2011 pukul 9:04 am

    hi, form java central

  10. 10 Ryan Januari 30, 2011 pukul 8:27 pm

    Untuk admin saya mohon minta tolong untuk menghapus komentar dalam beberapa cerita yg berisi no hp, karena sebagian pemberi comment menggunakan nama samaran (nama orang lain) dan juga mencantumkan no hp yg bukan miliknya sendiri melainkan milik orang lain tersebut.
    Khususnya untuk komentar dari Ariny, karena pemilik no hp yg dipostkan merasa sangat terganggu.
    Sekali lagi saya mohon kesediaan dari admin.

  11. 11 ry0s4384 Mei 31, 2011 pukul 5:40 pm

    BLUE VALENTINE 2011

    “Jam setengah dua belas tutup pak” pelayan mengagetkan lamunanku. Suatu cerita di malam valentine, dengan kesendirianku. Beberapa hari lalu aku dihempaskan oleh pacarku. Dia memberikan keputusan tidak mau melanjutkan hubungan denganku, karena status kemapananku. Satu Meja kupesan untuk menikmati makan malam Valentine sendirian sambil menyaksikan artis amatir yg nyanyi dipanggung. Jam menunjukkan pukul 11 malam. Aku lihat juga sudah nggak ada pengunjung. Dengan gontai, aku berjalan keluar. Di meja dekat pintu keluar, ada seorang gadis duduk sendirian. Pandanganku sekilas tertuju ke wajahnya. Kelly, teman kuliahku. Dia juga terkejut melihat wajahku. Cukup lama kami berpandangan dan akhirnya aku memberikan senyum dan berlalu. Dia mungkin nggak pernah mengenal aku. Aku nggak terlalu macho, nggak terlalu cute juga. Semua serba sedang-sedang saja. Tapi di lingkungan sini, siapa yg tidak kenal sama Kelly. Terutama para cowok. Orangnya tajir, cantik, body OK. Rambutnya bondol, berkesan agak tomboy, tapi justru ini yg membuat aku sering menghayal tentang dia. Kelly juga terkenal pemain cowok. Setengah jam aku berdiri di perempatan lampu merah menunggu taksi atau angkutan apa saja, tapi tak ada satupun yg lewat. Aneh. Cuaca mulai tidak bersahabat, gerimis. Cuma ada 1 mobil yg lewat, menunggu lampu merah. Kulihat seseorang didalam mobil. Kelly. Dia juga memandang ke arahku. Diturunkan jendela mobilnya, “hey, mau ke arah mana? Ikut aja, daripada kehujanan” Katanya. “Oh iya, makasih, nanti nunggu taksi aja” jawabku pura-pura. Dia langsung membuka pintu mobil dan memberi isyarat masuk. Singkat kata aku sudah didalam mobilnya dan berbincang sambil sedikit canda gurau. “kayaknya kita senasib nich malam ini. Loe kenapa sendirian Kel?” “Biasalah, resiko kalo sering mainin cowok, akhirnya kebales dech. Suram malam valentine Gw” “mendingan ngabisin malam berdua yuk. He.he.he” matanya melirik kearahku. “maksud loe?” “yah, kita ngilangin BT aja, berani nggak?” “gw sich gak masalah, tapi kayaknya loe bukan level Gw dech. Gw ini pemain lho. Walaupun bukan perek, tapi permainan gw high-class. Takutnya nanti loe gak bisa ngimbangin gw.” Kata Kelly dengan sombong. “ya udah, nggak apa-apa kalo gitu. Nanti gw turun di deket jembatan dech.” Mobil terus melaju tanpa percakapan yg
    berarti. Tanpa diduga, Kelly membelokkan mobil memasuki Hotel. “Lho..kok?” Aku bertanya kaget. “malam ini gw lagi suram. Loe temenin Gw dech.”
    Singkat cerita, Kurangkul pinggulnya saat berada di lift. Sesekali siku tanganku menyentuh dadanya. Kulirik lagi body Kelly dari atas sampai bawah. Mataku seakan menembus pakaiannya dan menelanjanginya, mencoba membayangkan body Kelly. Tak sabar ingin merasakan petualangan sex dengannya. Kelly tertawa memecahkan lamunanku. Tangannya mencubit pantatku. Kucium aroma alkohol dari nafasnya. Hmm, ternyata… Akhirnya, kita tiba di dalam kamar. Kurebahkan badanku dikasur. Mencoba meyakinkan kalau ini bukan mimpi. Kelly melemparkan tasnya dan langsung menubruk menindih tubuhku. Bibirnya yg hangat mendarat mesra mengulum bibirku. Saat lidahku berusaha menembus masuk mulutnya, segera ia lepaskan bibirnya. Kelly tertawa terkikik. Rupanya ia merasakan ada benda mengelembung dibalik celanaku. “Sabar yach, malam ini Gw akan buat jadi malam yang tak terlupakan buat loe. Bilangin sama adek loe suruh tunggu dulu. Gw mandi dulu yach..” Kelly melenggokan pinggulnya saat melangkah ke kamar mandi. Pikiranku kembali menerawang seakan tak percaya dengan yg sekarang aku hadapi. Kelly merupakan salah satu dari mimpiku yg terpendam. Shit… Bisa-bisa nggak tahan kalau nanti tempur. Ngebayangin wajah Kelly aja bisa bikin keluar cepet, apalagi kalau digoyang. Ada sedikit perasaan stress. Biar gimanapun, Gw nggak boleh kalah. Sekarang saatnya ngebuktiin kalau Gw yg bisa pegang kendali. Kuraih remote TV dan kucari channel yg bagus. Hmm, ada beberapa channel blue film. Kelly sudah keluar dari kamar mandi dengan berbalutkan handuk putih menutupi sebatas dada. Dia lemparkan handuk lain kearahku. “Mandi gih Ryo. Enak lho, seger banget.” Kudekati dia dan kupeluk dari belakang. “Males ah. Udah gak sabar nich Kel.” Sambil tetap menghadap meja rias, Kelly meremas kemaluanku tanpa membalikan badan. “Kalo mau ngerasain dahsyatnya permainan lidah gw, mandi dulu sono. Biar gak asem rasanya. He.he.he.” Akhirnya aku harus menyerah dan melangkah ke kamar mandi. Memang benar yg dikatakan Kelly, badanku agak segar setelah tersiram air. Aku keluar dengan berbalutkan handuk di pinggang. Sengaja aku mengenakan celana dalam dibalik handuk. Kulihat Kelly sudah berbaring diranjang berbalutkan selimut, sambil menonton TV. Gila, gede juga nafsunya CW ini. Dia lagi nonton film blue. Segera aku bergabung dan masuk kedalam selimut, kutarik handukku dan kulemparkan ke sofa. Kupeluk Kelly dari samping dan kucium pipinya. Rupanya keadaannya sama denganku. Dia juga Cuma memakai celana dalam. Dan rupanya dia juga sudah horny. Mungkin karena pengaruh film blue itu. Kelly memiringkan badannya dan merangkul leherku. Kami berciuman lembut. Bibir saling menghisap. Tanganku merangkul pinggulnya. Tangan kananku mulai merayap meremas pantatnya. Wow, dia memakai G-string yg minim. Aku tidak bisa merasakan celananya di bongkahan pantatnya. Sekarang tanganku merayap ke pahanya dan kutarik sedikit naik kaki kananya ke arah pinggangku. Ini membuat kaki kananku terjepit dua kakinya. Paha kananku menyentuh permukaan selangkangannya. Sambil tetap bergumul, kuremas-remas bongkahan pantatnya dan paha kananku kugesekkan ke selangkangan Kelly. Nafas kami sudah mulai cepat dan tak beraturan. Kudorong lidahku menembus mulut kelly, mencari ujung lidahnya. Kujilati ujung lidahnya dan kusapu langit-langit rongga mulutnya. Kurasakan dia menikmati dan bergumam. Lidahnya sekarang mendorong lidahku dan ingin melakukan hal yg sama. Kuijinkan lidahnya menembus mulutku. Sebelum lidahnya bergerak, kuhisap-hisap kuat lidahnya. Kembali ia bergumam dan memelukku agak kuat. Sekarang dengkul kakiku yg menggesek selangkangannya. Kurasakan permukaan celana dalamnya basah. “mmhhh..mmhh..mmhhh..” Cuma itu kata-kata yg keluar dari mulut kami. Kudorong badannya agar posisinya telentang. Kutindih dia dengan bibir masih berpagutan. Air liur kami sudah berantakan disekitar bibir dan dagu. Bibirku turun ke lehernya. Kusapu setiap sudut lehernya. Kemudian kedua kupingnya kujilati, kuhisap, kugigit perlahan. Lidahku seakan mengorek lubang kupingnya. “Aahh.. “ Kelly mendesah menahan geli. Setelah puas, kubalikkan badannya dengan sekuat tenaga, sehingga posisinya menjadi tengkurep. Kembali kutindih Kelly dari belakang. Kutekan belahan pantatnya dengan selangkanganku. Kuserang tengkuknya dengan lidahku. Dengan ujung lidah tetap menempel dikulit, aku turun kearah punggung. Tanpa ada yg terlewat, kujilati semua permukaan punggungnya. Sekarang aku turun kepinggangnya dan ke bongkahan pantatnya. Kujilati sela-sela pantatnya. Kulirik wajah kelly. Ia membenamkan wajahnya ke bantal. Aku tidak bisa mendengar suara apa-apa. Yang kurasakan tubuhnya agak sedikit bergetar dan memanas. Sesuai rencanaku, aku nggak akan memberikan dia kesempatan menyerang balik. Setelah puas bermain ditubuh bagian belakang, kubalikkan lagi badannya agar telentang. Kujilati lehernya bagian depan. Kedua tangannya kuangkat keatas, agar aku bisa menjilati ketiaknya. Hmmm, harum aroma tubuhnya. Membuat aku semakin bernafsu. Saatnya kuserang bagian dada. Kujilati kedua buah dadanya tanpa menyentuh putingnya. Hal ini membuat kelly terlihat kecewa. Berkali-kali dia busungkan dadanya agar lidahku menyentuh putingnya, tapi tetap kuabaikan. Setelah puas bermain dengan emosinya, kujilati puting kirinya dengan lembut. “Ahhhhhh….” Desahannya mulai terdengar lebih nyata. Bergantian kukelikitik kedua puting susunya sampai mengeras dan meruncing. Kukulum dan kuhisap-hisap. “Mmmhh..mmmhhh…” sambil menghisap, kukeluarkan juga desahan dari mulutku. “ooohhhh, enak Ryo..geli banget” Hisapanku makin lama makin kuat, sambil kedua tanganku meremas-remas. Kelly berteriak kecil, saat lidahku menekan kuat putingnya dan menjilati dengan tekanan yang kuat. “Akkhhhhh…. Sssss” suaranya juga seperti orang yg kepedasan. Kuberikan jari telunjukku ke mulut kelly. Dia menghisap kuat-kuat. Setelah puas menghisap putingnya sampai memerah, aku turun ke perut. Ku kelikitik pusarnya dengan lidah. Badannya kurasakan merinding lagi. Selanjutnya aku turun langsung ke telapak kaki. Kukulum dan kuhisap-hisap jempol kaki kiri dan kanan. Kuat-kuat kupegangi kakinya agar tidak menendang mukaku. ‘Ahhhhhh…ahhhh, stop…” kelly merasa kegelian. Perlahan lidahku naik ke arah betis dan dengkul. Kukangkangi kedua kakinya dan kuangkat. Kujilati paha bagian dalamnya. Sesekali kugigit lembut pahanya. Sudah tak sabar aku ingin merasakan selangkangan wanita pujaanku ini. Perlahan kupelorotkan G-string warna merah itu. Wow, tercukur rapih. Benar-benar pemain sex kelas kakap. Terlihat dari vaginanya yg terawat. Beberapa saat kuterpaku dan menyadari betapa beruntungnya aku malam ini. Di bagian dalam G-stringnya terlihat noda basah. Bibir vaginanya sedikit terkuak dan mengkilap, pertanda basah. Rupanya Kelly merasakan rangsangan yg hebat. Kuhirup aroma vaginanya yg wangi. Segera kudaratkan bibirku di permukaan vagina kelly dengan lembut. Seakan akan aku sedang berciuman dengan bibir vaginanya. Cup..cup.cup. “ehhhssstt….” Kelly menikmatinya. Kutekan kedua pahanya lebar-lebar, sehingga selangkangannya makin terkuak lebar tepat dihadapanku. Kujilati permukaan vaginanya yg botak itu dengan lembut. Setelah bertambah basah dengan liurku, kuarahkan lidahku ke benda kecil diatas bibir vagina. Kujilati kacangnya yg masih terbungkus kulit. Makin lama jilatanku makin cepat. “ehhsssttt..ehhssttt..” Permukaan kulit pahanya kurasakan mulai basah keringat. Dengan jari kedua tanganku,kubuka lebar bibir vagina Kelly sampai terkuak. Kulihat jelas permukaan dalam vaginanya yg berwarna merah. Rupanya Kelly type perempuan yg agak kering. Atau mungkin kepuasan yg kuberikan kurang terasa. Karena aku Cuma melihat sedikit cairan di dalam vaginanya. Berbeda dengan beberapa wanita yg pernah kujilati. Biasanya dalam keadaan ini, seharusnya sudah banjir. Kulihat Kelly mengatur nafasnya dan sekarang sudah terlihat teratur lagi. “hebat..” gumamku. Benar-benar pemain tangguh. Buktinya ia bisa cepat mengendalikan keadaanya. Tapi seranganku belum berhenti. Kujulurkan lidahku ke dalam rongga vaginanya. Kujulurkan lebih dalam lagi dan kugerak-gerakan liar menggelitik dinding kanan dan kirinya. ‘Ahkk….Uhhhh,….” Kelly kembali mendesah. Kedua jari jempolku tetap menahan bibir vaginanya tetap terkuak, dan kedua siku tanganku menekan kedua pahanya agar tetap terkangkang. Cukup lama aku bermain disitu. Tangan kelly mulai meremas rambutku dan menarik kepalaku agar menjauh. Kuturuti permintaannya. Kutatap liang vaginanya yg masih terkuak. Sesekali berdenyut dan lubang di dalamnya berkedut. Sekarang kualihkan jariku ke kacangnya. Kedua jempolku merenggangkan kulit di sekeliling kacangnya dan menekannya ke arah dalam. Hal ini membuat kacangnya keluar dari kulit pembungkus dan menonjol keluar. Semakin jempolku kuat menekan, semakin menonjol kacangnya. Segera kujilati Kacang Kelly yag tidak terlalu besar itu. Expresi yg terjadi luar biasa. Sekarang desahan Kelly berubah menjadi teriakan. “oohhhhh…ohhhh…ohhhhh…Terus Ryo…enakh banget,…okhhhh….” Tekanan jilatan lidahku makin kuat menggosok clitoris kelly, Sehingga lidahku terasa capek. Tapi aku akan membuat babak ini sampai tuntas. Saat lidahku capek, kuganti dengan menghisap-hisap dan mengulum kacang Kelly. Ini membuat suara berdecak karena hisapan bibirku. Juga kugosok-gosokkan clitoris itu dengan permukaan bibir atas dan bawahku. Tubuh Kelly bergetar hebat badannya seperti menggigil. Permukaan tubuhnya, terutama dadanya terlihat mengkilap karena keringat. Kepalanya menengadah keatas. Kedua tangannya meremas-remas dadanya sendiri. Dan kedua putingnya ia cubit-cubit sendiri. Suara yg keluar sudah tak karuan. Mulutku sudah basah berlumuran oleh air liurku sendiri. Jilatanku makin lama makin cepat dan tekanannya makin kuat. Sekuat tenaga kutahan pinggul Kelly agar tidak bergerak, karena sekarang badannya mulai meronta-ronta dengan kuat. Pinggulnya bergoyang-goyang keatas kebawah. Siku tanganku dengan kuat menekan kedua pahanya agar tetap terkangkang. Kedua jempolku juga kutekan kuat di kedua sisi clitorisnya agar tetap menonjol keluar. “awhh…ahhhhh…ahhhhh….ahhhkkkk….ahhhhh…” Kulihat tanda-tanda Kelly akan orgasme. Meskipun sangat lelah terasa dilidahku, makin kupercepat jilatannnya. Kukeluarkan desahan dari mulutku juga untuk menambah nafsu kelly. “mmhh…mhhh.mmhh..” Kelly mengangkat tinggi pantatnya dan badannya membusung. Ia berteriak panjang. “Awhhhhhhhhhhhhh…..” Segera kubuat bibirku menyerupai huruf O. Kutarik kacang Kelly kedalam mulutku. Kuhisap-hisap kuat dan kutahan agar tetap berada didalam bibirku. “Akkhhhhhhh…………….Akhhhhhhhhhh” Kelly Orgasme. Kurasakan kacangnya bedenyut kuat didalam mulutku, seperti mau meledak. Tetap kuhisap kuat kuat dan tak kulepaskan. Kurasakan juga bibir vaginanya dan selangkangannya berdenyut hebat. Ada sedikit cairan kental yg mengalir keluar. Sekitar beberapa menit Kelly tetap pada posisinya pantat terangkat tanpa suara yg keluar. Denyut di clitorisnya mulai melemah, sampai akhirnya ia menghempaskan kembali pantatnya ke kasur dengan lemas. Kulepaskan hisapan bibirku dari clitoris dan kujilati kacang itu dengan lembut. Bibir vaginanya masih sesekali terlihat membuka dan menutup. Aku merayap naik. Kupeluk dan kutindih tubuh kelly yang basah oleh peluh dan masih terengah-engah. Dengan kasar Kelly mendorong badanku dan menindihku. Dia menciumku dengan kasar. “sekarang gantian rasain servis gw ya” Kata Kelly sambil terus menciumiku. Dia menjilati kedua putingku. Juga sesekali menghisap-hisap. “ahh….” Geli tapi enak. Tangannya meremas-remas batang kemaluanku yg sudah sangat tegak dari tadi. Setelah puas, dengan cepat dia memelorotkan celana dalam yg kupakai. Langsung Batang kejantananku mencuat keluar. Tidak terlalu besar. Tapi aku cukup bangga memilikinya. Aku bisa mempertahankan kekerasannya. Kelly meremas-remas batang penisku. Dijilati kepalanya seperti sedang makan ice-cream. Batangnya juga ia jilati. Ia kulum dan hisap-hisap kepala penisku dengan sangat bernafsu. Ohhh.. enak sekali. Aku seperti melayang dibuatnya. Sekarang ia keluar-masukkan penisku dari mulutnya. Dikocokkan penisku dengan mulutnya. Sesekali ia telan seluruh penisku menembus tenggorokan. Benar-benar hangat dan nikmat. Kalu begini terus, bisa-bisa bobol pertahananku. “Kell, 69 yuk..” ajakku. Kelly segera memutar tubuhnya dan memberikan pinggulnya ke arah wajahku. Ia segera mengangkang dan menduduki mukaku. Mulutnya terus menghisap penisku. Kulihat lubang anus kelly yg tepat di depan hidungku. Bersih dan putih. Kujulurkan lidahku dan kukelikitik lubang itu. “Ah…. Geli” kata Kelly. Lubang anus kelly berdenyut menerima lidahku. Kubuka bibir vaginanya dengan jariku. Kutusuk lagi lubang itu dengan lidahku. Pantatnya bergoyang-goyang seperti digosok-gosokkan ke mukaku. Saatnya kutembus vaginanya dengan jariku. Kubasahi dengan ludah, perlahan kutusuk jariku menembus liang vagina Kelly. “Mhhh……” ia mendesah dengan mulut tersumbat penisku. Kusodok-sodokan jariku perlahan dan lidahku menjilati lagi lubang anusnya. “Akhhh… Ryo, enak banget…” Kelly melepaskan kulumannya. Kudorong pantatnya hingga posisi 69 kami terlepas. Kutindih lagi badannya. “Mau dibikin enak kayak tadi lagi enggak?…” kataku sambil menatap matanya dari dekat. Kelly mencubit hidungku “dasar loe curang.” Kuangkat tubuhnya dan kusandarkan dibatal yang agak tinggi. Posisinya sekarang mengangkang dan setengah tidur. Aku berbaring tengkurep dan posisi mukaku tepat didepan vaginanya. Segera kutusuk lagi liang vaginanya. Mulutku mulai menghisap-hisap kacangnya. “ahhh…uhhh,…..enakkkk Ryo…” Kelly mendesah sambil menengadahkan kepalanya. Badannya ditopang kedua tangannya dari belakang. Pinggulnya mulai bergoyang-goyang lagi cepat. Aku biarkan dia berekspresi semaunya. Kocokkan jariku mulai cepat. Aku teringat tentang posisi G-spot wanita yg pernah kubaca dari sebuah buku. Kubengkokan jari telunjukku ke atas, dan ujungnya menekan dinding depan atas Vagina dari dalam. Kulepas mulutku dari jilatan kacangnya dan kugantikan dengan jariku untuk menggosok-gosokkan. Tak lama kemudian, ujung jariku menemukan benda yg lembut sebesar kelereng. Kugosok-gosokkan kekiri dan ke kanan. “Awhhh…., apa itu Ryo.. geli and ngilu banget” Kelly membelalakkan matanya dan melihat ke arah jariku yg masih menancap di vagina. “tahan Kel, nanti lama-lama enak kok” Aku terus menggosok-gosokkan benda bulat itu. Tangan kiriku membantu menekan dinding atas vagina Kelly dari arah luar. G-spotnya lama-lama terasa semakin membesar dan permukaannya kasar seperti spon. Makin cepat kugosokkan jariku. Kelly menengadahkan kepalanya dan matanya terlihat Cuma putihnya saja. Pantatnya diangkat seakan menyuruh jariku dibenamkan lebih dalam “Akhhhhhh…. Apa ini…. Gw mau pipis… akhhhhh….uhhhh……”Kelly berteriak kesetanan. Dia mendekati orgasme. “ahhh…keluarin aja kell..terus…terusss….” kuberikan desahan juga dari mulutku. “awhhhh… Ryo..ehssssttttttt…. apa ini ada yg mau keluar…. Akkkhhhhhhhh….kkkelllluuuarrrrrrr……kellluaaarrr…” Kelly mengangkat pantatnya tinggi. Dia orgasme. Dinding vaginanya berdenyut hebat melumat jariku. Badannya menggigil. Ada cairan kental yang memuncrat dari vaginanya di setiap denyutan. “prutt…prruttt..prruttt….” Kurang lebih 5 kali denyutan yg disertai cairan yg memuncrat. Kelly menggigit bibirnya sendiri. Badannya terjatuh rebah. Vaginanya masih berdenyut. Terlihat membuka dan menutup sambil berlumuran cairan yg tadi keluar. Kucabut jariku dan kujilati cairan di tanganku itu. Hmmm, asin dan gurih. Kutindih tubuh kelly dan kupeluk mesra. Jantungnya berdegup cepat. Matanya masih terpejam. Dalam hati aku bergumam “Rasain loe, makanya jangan sombong dulu. Pingsan-pingsan sekarang” Dalam kondisi terlentang pasrah, kuarahkan kejantananku ke vaginanya. Blesss… masuk semuanya. Kurasakan dinding vaginanya masih berdenyut dan terasa basah dan hangat. “ahhh….ahhhh…ahhh…, ampun, gila loe Ryo..” Kelly bergumam dengan mata masih terpejam. Kugenjot terus tubuhnya. Kusodok-sodokan penisku ke kemaluannya. Terlihat berbusa permukaan selangkangan kami. Kupeluk Kelly erat, dan kugulingkan posisi kami, sehingga sekarang posisi Kelly diatas. “uhhh Ryo,tulang gw rasanya mau patah semua. Gw udah gak kuat. Kepala gw nyut-nyutan. Belom pernah ngerasain kayak tadi” Sambil membuka matanya. “Gw belom keluar. Katanya loe yg mau bikin gw terkapar” “Gw nyerah Ryo. Masih pingin seh tapi badan gw gak kuat nahan nikmat. Jadinya lemes.” Tanpa menjawab, ku remas pinggangnya dan kunaik-turunkan badannya. Kelly Cuma mendesah terus. Lama-kelamaan Kelly mulai bergoyang. Tenaganya sudah terkumpul kembali. Matanya menatap nanar, seperti orang mau nangis. Bibirnya terus mendesah. Pantatnya makin cepat naik turun. “ahh..ahh…ahh…” Aku merasa pertahananku mau bobol. Segera kucabut penisku dari vaginanya. Kelly melotot, “nah, mau curang ya… gak bisa istirahat dulu. Masukin lagi” Kelly mencengkram penisku dan memasukinya lagi ke kemaluannya. Segera ia menaik-turunkan lagi pantatnya. “Wah, gawat nih. Bisa kalah gw”. Pikirku. Aku berfikir keras dan berusaha menahan agar tidak keluar duluan. Kumainkan lidahku di langit-langit mulutku. Kukelikitik sendiri mulutku dengan lidah. Rasanya geli. Kukonsentrasikan geli dimulutku itu, sehingga geli di penisku sedikit terabaikan. Sepertinya sudah tidak mungkin ditahan, aku segera orgasme. Kutekan pantat Kelly kuat-kuat merapatkan selangkanganku, agar gerakannya sedikit tersendat. Kukencangkan otot PC di atas anusku untuk menahan agar tidak keluar. Seperti menahan saat mau pipis. Konsentrasiku tetap pada rasa geli di rongga mulutku. Berhasil. Kemaluanku hanya berdenyut dan air maniku tidak memuncrat. Penisku juga tetap mengeras, tidak kendor sedikitpun. “Akhhhhh Ryo, gw mau keluarr…” kata-kata itu membuatku gembira. Segera kupacu lagi goyangan pantatku. Kelly memeluk erat punggungku dan kukunya mencengkram erat. Giginya menggigit pundakku. Terasa sakit, tapi kalah dengan rasa nikmat yg kurasa di bawah. Goyangannya semakin liar dan menekan selangkangannku. Dan akhirnya, “awwwhhhhh…….hhhhhh” Kemaluan Kelly berdenyut kuat melumat penisku. Aku tak dapat menahan lagi untuk mengejangkan otot PC ku. Segera kulepaskan. Akupun orgasme dan memuncratkan air maniku didalam liang vagina Kelly. Kutekan erat pantatnya. “akkkhhhhh……..” Kupejamkan mataku meresapi kenikmatan yg tiada taranya itu. Badan kelly mengejan beberapa kali. Selangkangan kami saling menekan kuat. Kemaluan kami berdenyut-denyut bersamaan, dengan tubuh yg banjir oleh peluh. Hampir setengah jam kami merasakan orgasme yg dahsyat. Pelukan kami sudah mengendur. Tinggal sisa nafas yg terengah-engah. Rupanya Kelly telah tertidur di atas tubuhku. Kugoyang beberapa kali, ia tak bergeming. Kedua pelupuk matakupun terasa berat sekali. Akhirnya kami tertidur dengan penisku masih berada di dalam vaginanya.

    Kulirik jam tanganku saat kubangun. Jam 9. Aku tertidur 5 jam. Kelly masih terkapar diatas tubuhku. Kugeser badannya dan penisku yg sudah layu langsung copot dari kemaluannya. Kuberanjak ke kamar mandi tuk pipis. Kelly Cuma bergumam dan menarik selimut lagi. Setelah gosok gigi dan cuci kemaluanku dengan air, kumasuk lagi kedalam selimut berbaring di sbeleah Kelly. Kelly langsung merapatkan badannya dan rebah di bahu kiriku. “Jam berapa Ryo?” “Jam 9 pagi, kenapa, ada acara yach?” “Nggak. Males kemana-mana hari ini. Loe bikin energi Gw terkuras.” “Gw baru keluar sekali lho. Katanya mau nyervis gw malam tadi?” “Iya gak tau, padahal gw juga Cuma keluar 3 kali. Tapi bikin Gw lemas banget. Biasanya Gw kalo maen bisa berkali-kali keluar, gak sampe lemas kayak gini. Gw baru kali ini ngerasain orgasme sampe muncrat. Belajar dari mana?” “Gw emang senang baca buku-buku seksologi. Yah, itung-itung nambah pengetahuan. Pokoknya kalo mau seks yg dahsyat yg penting prosesnya. Bukan Cuma buat nyampai klimaks.” “Pasti pacar loe tergila-gila banget sama permainan loe” “Ah, justru jarang ada yg awet gw pacaran. Mereka semua gak mau dieksplorasi kalau lagi ngeseks. Terpaksa gw juga jadinya BT. Tapi kalo lawannya kayak loe, pas banget buat gw latihan seks. Ha.ha.ha.” “Sialan loe, emangnya gw barang peraga buat latihan? Tapi anyway gw dapet pengalaman klimax yg dahsyat semalem. Skill loe emang paten.” Kelly melenggok menuju kamar mandi. Kupandangi dia sedang gosok gigi. Pantat dan pinggulnya terlihat aduhai dari belakang. Ini membuat hornyku naik. Kususul dia kesana. Kelly duduk di toilet. Dia sedang buang air kecil. Sambil berdiri, kudekati penisku yg layu ke wajahnya. “Kell, keluarin lagi donk.” “Hmm..Sini” Sambil tetap duduk di toilet, dia pegang penisku dan dijilatinya. Beberapa lama, bentuknya mengeras. Digenggam dan dikocok-kocokan penisku dengan tangan kirinya. Bibirnya terus mengulum dan menghisap-hisap kepalanya. Sesekali lidahnya mengelitik belahan diujungnya. Penisku makin mengeras. Tangan kanan Kelly bermain di kemaluannya sendiri. Dia gosok-gosokan kacangnya. Sambil mengoralku, Kelly juga masturbasi sendiri. Setelah agak lama, kuangkat badannya. Kududukan dimeja wastafel, dan kukangkangi pahanya. Tubuhnya bersandar dikedua tangan dari belakang. Sambil berdiri, kugenggam penisku dan kuarahkan ke vagina Kelly. Kugosok-gosokkan kepala penis ke bibir vagina dan clitorisnya. “ahhhsss…ahhhhss..ahhhhshs..” Kelly merem melek merasakan kegelian. Dengan sekali hentakkan, kubenamkan seluruh batang penisku di kemaluannya. “Owhhhhh…” matanya sedikit melotot menerima kejantananku. Kupeluk pinggulnya dan kumaju-mundurkan pantatku sehingga penisku menghujam beberapa kali ke vaginanya. “ahhh…ahh…ahhh…” Setiap gesekkan kemaluan kami terasa geli dan nikmat. Kelly juga menggoyang-goyangkan pantatnya berputar. Pahanya menjepit pinggangku. Tangannya merangkul leherku. Badannya membusung tatkala bibirku menghisap putting susunya. Hmmm.. rasanya asem dan sepet. Mungkin karena terlalu banyak keringat semalam. Makin lama genjotan kami makin cepat. “Ryo, bikin gw keluar kayak semalem donk….” Kata Kelly. Dalam posisi ini agak sulit aku mengenai G-spotnya. Kugendong badannya dan kubawa ke tempat mandi, tepat dibawah shower. “Kita sambil mandi yach…” Tubuh kami sekarang sudah diguyur oleh siraman shower. Kuoleskan sabun cair di seluruh tubuhku dan tubuh Kelly. Sekarang tubuh kami sudah bermandikan busa sabun. Sambil tetap berdiri, Kusandarkan tubuh Kelly kedinding kamar mandi dan kutekan sambil kupagut bibirnya. Tanganku meremas-remas buah dadanya yg keras dan licin. Badan kami saling menggosok dengan sabun. Kubalikkan badannya untuk membelakangi ku. Kedua tangannya berpegangan didinding. Kutarik pinggulnya kebelakang, sehingga pantatnya kini dalam posisi setengah menungging sambil berdiri. Kelly benar-benar professional. Ia mengerti apa yg kumau, dengan meliukan pinggulnya kebelakang, sehingga walaupun sambil berdiri, pantatnya menantang kebelakang. Kugenggam penisku yg masih keras, dan kucari lubang kemaluannya. Setelah menyentuh bibirnya, perlahan kudorong masuk semuanya. “Blesssss….” Kuremas kedua bongkahan pantatnya yg montok, dan kumaju mundurkan pantatku. Kami berdogy style sambil berdiri dengan tubuh masih berlumuran sabun. Tak kalah binal, Kelly juga menghentak-hentakkan pantatnya kebelakang, sehingga penisku seperti menonjok dinding rahimmnya. Tangan kananku mencakar lembut punggungnya. Ini membuat ia geli. “Awhhhhsss….ahhhh…” Cukup lama kupompa Kelly dari belakang, dan tak ada tanda-tanda kami akan mencapai klimaks. Yg ada hanya rasa geli yg nikmat. Dibalik bongkahan pantat, kulihat lubang anus Kelly yg menantang. Dengan telunjuk kanan, ku usap-usap permukaan lubang itu sehingga membuat ia kegelian. “ahhhsss…ahssss”. Kulumuri jariku dengan sabun, dan dengan perlahan kutekan jari telunjukku menembus lubang anus Kelly. “Awwwhh..ngapain Loe kesitu?” Kelly protes dan berusaha menarik tanganku. Tapi kutepis tangan itu. “Tenang aja Kell, cobain dulu dech. Konsen aja di anu loe”. Akhirnya Kelly kembali bersandar didinding kamar mandi, dengan mata yg terpejam. Kukeluar-masukkan jari telunjukku di anus Kelly dengan kemaluan yg terus kupompa dari belakang. Kelly seperti orang yg kepedesan. “sssttt…ssttt..sstt” Makin lama jariku makin cepat menusuk anusnya. Kucabut penisku dari vagina Kelly. “Kell, gw masukin dari sini yach. Tenang aja, jangan takut. Coba dulu” Kuangkat kaki kiri Kelly dengan posisi badan masih sama menungging. Kuoleskan penisku dengan sabun dan kuposisikan di lubang anusnya. Kutekan perlahan. Susah sekali. “Ahhhh……Gila loe” Kelly teriak kesakitan. “Tahan say, pertamanya agak sakit”. Terus kocoba tusukkan perlahan tapi tekanannya kuat. “Blesss” akhirnya masuk ujungnya. Aku pernah baca di sebuah buku Tantric-sex, kalau G-spot itu bisa digapai juga dari lubang anus. Karena semua saraf berkumpul didinding anus, dan dapat menimbulkan sensasi yg luar biasa. Makanya kali ini kucoba cara itu. Terus perlahan kutekan pantatku, hingga akhirnya keseluruhan penisku terbenam di anus Kelly. Kely mengerang seperti menangis. “Uhh…uhhh..sakit…panas tau…perih” Kudiamkan penisku didalam rongga anus Kelly, aga dia dapat menyesuaikan dulu. Kutarik tangan kanannya, dan kubawa ke vaginanya. Kubimbing ia agar masturbasi sendiri. Kelly sekarang menggosok-gosok clitorisnya dengan tangan kanannya sendiri. Setelah agak lama, Kelly mulai terhanyut dengan masturbasinya. Kurasakan ada denyut kecil di dalam anusnya. Perlahan mulai kukocokkan penisku. Makin lama makin agak cepat. “Akhhhh…akhhh…..ohhhhhhhhhhhh…” Tangan kanan Kelly makin cepat menggosok-gosok clitorisnya. Kepalanya menengadah dengan mata yg terpejam erat. Dia telah melupakan rasa perih dan panas di lubang pantatnya. Telah berganti dengan sensasi rasa nikmat yg belum pernah dirasakan. Akhirnya Kelly berteriak nyaring dengan jarinya sangat cepat menggosok kemaluannya. “Awwwwwwwww……Awwwwwww…Awwwwwww…” Anusnya menyedot kuat penisku dan berdenyut-denyut keras. Dari kemaluannya memuncrat cairan hangat beberapa kali. “crottt….serrr…serrrrr.serrrr” Yes, Kelly muncrat lagi. Berhasil juga tehnikku. Sekonyong-konyong badannya ambruk, dengan lutut yg lemas. Untung segera kupeluk ia dari belakang agar tidak terjatuh. Penisku langsung keluar dari lubang pantatnya. “huu…..huuuu….huuuu” Kelly menggigil dan seperti menangis. Kupeluk dia , “kenapa kel, sakit ya?” “Gak tau kenapa. Enak banget. Ampir gw gigit lidah gw sendiri. Gw lemes. Thanx Ryo, nikmat banget.” Lega juga hatiku mendengar itu. Sgera kubasuh badan kami berdua dengan air, dan kukeringkan dengan handuk. Kelly seperti setengah mau pingsan, tapi masih bisa berdiri.

    Setelah badan kami kering, kubopong tubuhnya kembali kekamar. Kutengkurepkan tubuh Kelly dipinggir ranjang, dengan kaki masih terjuntai di lantai. Kutindih dari atas, dan dari belakang kepalanya kubisikkan, “gimana, masih kuat? Gw belom keluar nich..” “Gw pasrah Ryo. Gw ikut aja apa mau loe.” Yes, akhirnya Kelly seperti kerbau yg dicocok hidungnya. Dia mau menuruti kemauan ku. Rasain sekarang. Aku bangkit berdiri dan kutarik lagi pantatnya kebelakang. Kelly mengangkat badannya dengan bersandar dikedua tangan di atas kasur. Kaki nya berdiri lurus mengangkang dilantai. Pantatnya lebih menyembul kebelakang. Kujilati lubang anusnya yg bersih itu. Setelah puas melumuri dengan ludah, Kugenggam penisku dan siap kusodokkan lagi di anusnya. Agak seret kalau pakai ludah. Tapi akhirnya masuk juga. Kelly badannya bergetar saat kukeluar-masukkan penisku di lubang belakangnya. Mulutnya terus mendesah kepedesan “ Ahsssss….ehhssssss…… ahhhhhhssss…ahhhhsssttt…” Hanya beberapa menit kugenjot, pahaku terasa diterpa semprotan cairan hangat. Wah, Kelly klimaks. Lututnya langsung tertekut dan badannya ambruk di kasur. “ehhh…eh…eh…” Suaranya ngos-ngosan dan nafasnya terengah-engah. Duburnya terus berdenyut keras, melumat penisku. Rasa geli dan nikmat tiada taranya kurasakan. Kucabut kemaluanku. Kuangkat tubuhnya agar kedua kakinya naik ke atas kasur. Badannya masih tetap tengkurep. Sekarang semua badannya berada diatas kasur, dengan posisi menungging. Kakinya bertumpu di lutut dengan mengangkang lebar. Badannya sebatas dada keatas rebah tengkurep dikasur, dengan kepala berpaling kekiri. Kedua tangannya rebah ke samping seluruhnya. Posisi nungging yg sempurna. Pantatnya menantang ke atas. Lubang kemaluan dan anusnya terkuak jelas di depanku. Kulihat lubang duburnya masih berkedut sekali-sekali, membuka dan menutup. Pertanda aliran orgasme masih ia rasakan. segera aku naik ke kasur dan berdiri dengan lutut tepat dibelakang pantatnya. Kutusukan penisku ke vaginanya. Kugenjot beberapa kali. Sangat basah dan banjir. Sampai menimbulkan suara berdecak disetiap tusukkan.”Cckkk..cckkk..cckkk, plop..plop..” Kelly hanya menunjukkan ekspresi nafas yg ngos-ngosan. Mulutnya sudah terkunci. Tak sabar kucabut penisku dari vagina, dan kuhujamkan di lubang anus cewek tomboy ini. “Blesss….Slerp…” “Akkhhhh….” Kelly berteriak saat penisku menyeruak masuk. Kuhujam-hujamkan penisku dengan kecepatan sedang tapi mantap. Ahh…rasanya air maniku siap meledak keluar. Kuremas pantat kely dengan gemasnya. Kutekan kebawah, sampai lututnya tak kuat menahan badanku. Kucabut penisku, kuposisikan tubuh Kelly tengkurep di kasur. Kedua kakinya kurapatkan dan kuluruskan. Tepat di bawah selangkangannya kuganjal dengan bantal. Posisinya sekarang tengkurep dan kaki lurus merapat, tapi bagian pinggul terangkat keatas. Pantatnya sedikit tetap menyembul keatas. Kutunggangi dan kukangkangi pantatnya. Kugenggam penisku dan kucari-cari lubang anusnya. Uhh.., agak susah. Soalnya tertutup oleh bongkahan pantat yg rapat. Kutarik kedua tangan Kelly, dan kuarahkan aga kedua tangannya merenggangkan kedua bongkahan pantatnya. Sempurna. Sekarang kedua tangan Kelly membuka lebar pantatnyadan terlihat lubang yg begitu menggoda dan mulai memerah. Kulumuri dengan air liur yg banyak. Kepala penisku pun sudah sangat basah oleh cairan semenku. “Jlepp….” Bisa juga dengan posisi ini kemaluanku tertancap di lubang pantatnya. “Ahhhhhhhh…….” Kelly kembali menjerit. Kedua tangannya langsung berganti posisi dibawah dadanya. Kugenjot pantat Kelly dengan meremas kuat kedua belahan pantat. Seperti rodeo yg sedang menunggangi kuda binal. Terasa sempit sekali lubang itu. Tubuh kami benar-benar banjir dengan keringat. Kelly meberikan perlawanan dengan menggoyang-goyangkan pantatnya ke atas. Membuat penisku lebih dalam terbenam di anusnya. “Ryo..gw keluar…. Awwhhhhhhhhhh….. akhhhh…….” Kelly klimaks lagi. Badannya bergetar. “mmmmhhhhhh……oooohhhhhh…. Akh…” Kulihat bantal dibawah selangkangannya basah. Anusnya berdenyut kuat mengempot kemaluanku. Seperti dihisap-hisap. “Ohhhkk…okkhhhhhhh…ohhhh…..ehhhhhhssssstttt…” Lama sekali denyutan kuat itu mengurut penisku, sampai akhirnya……”Akkhhhhhhh…….croottt…crotttt..croootttt….croootttt” Pertahananku bobol. Kusemprotkan air maniku di anus Kelly. Cepat kupeluk tubuh Kelly dari atas dengan menindihnya. Kemaluanku masih terus berdenyut di pantatnya dengan keras. Begitu juga lubang anus itu terus berdenyut cepat dan kuat. Kupejamkan mataku dan perasaanku melayang ke awang-awang menahan gelombang orgasme yg benar-benar nikmat. “ooooohhhhhh………….”Dua tubuh mandi keringat tetap bertindihan. Penisku telah berubah ngilu. Kukecup pipi kiri cewek tomboy pujaanku itu. Dia tidak bergeming. Cuma dadanya naik turun cepat dan nafasnya berat. Entah dia tertidur atau pingsan. Kurebahkan kepalaku ditengkuknya. Sampai rasa nikmat itu membawaku ke alam mimpi.

    – To be continued –

    cryogenic_boy@yahoo.com

  12. 12 Lordy Lozmen Juli 3, 2011 pukul 2:59 pm

    Boelch gabung enakk tuu

  13. 13 goleng Agustus 4, 2011 pukul 1:24 am

    aku termasuk pemuda pendiam saat itu,aku hanya punya fantasi tanpa ada berani,namun semenjak aku bekerja aku merasa agak PD,saat itu usiaku 23 th,banyak cewek yang aku taksir selama ini namun baru kali ini aku mendapat pacar,dia teman seangkatan aku berkerja namun beda instansi,kami kenal karena sebuah tugas belajar yang membuat kami se group,dari situlah cinta kami mulai tumbuh,singkat cerita kami pun mulai pacaran,hari pertama pacaran kami cuman lalui dengan berkendara motor mengelilingi pegunungan yang deket samsa kota kami ,sampai kami berhenti di tempat yang sepi, kami pun hanya ngobrol kesana kemari sampai akhirnya aku memeluk pinggulnya dari samping,alangkah bergetarnya tubuh aku waktu itu,seumur-umur baru kali ini aku menyentuh wanita, dengan terbata-bata aku berucap kalau aku pingin menciumnya dan dengan cepat aku pun menciumnya,lalu dia berontak dengan suara bergetar seperti ingin menangis ia berkata ” jangan mas!!!!!” dan aku ppun menghentikan perbuatanku, namun bibir kami yang sempat nempel meskipun sesaat itu telah menimbulkan sensasi yang amat sangat karna hal yang pertama bagiku bahkan sampai malam pun aku masih terbayang peristiwa siang itu,” first kiss ”

    keesokan harinya sekitar pukul 8 pagi pacarku menelepon dan mengundang aku untuk datang ke rumahnya dia berkata bahwa ia ingin melanjut ciuman yang kemarin,meski aku belum pernah ke rumahnya tanpa fikir panjang aku langsung tancap gas sehingga perjalanan yang mestinya 30 menit dapat aku tempuh hanya dalam waktu 20 menit dan sampailah aku di rumah nya.aku pun masuk kerumahnya ternyata sepi hanya dia seorang, singkat cerita ternyata kalo pagi semua keluarga dia pada ke pasar karna keluarga dia adalh pedagang di pasar,

    Dia menyambutku dengan senyum manisnya, dengan rambutnya yang terurai basah karna dia habis keramas,tubuhnya berbalut kaos putih dengan rik hitamnya yang panjang khas gadis desa dan dia berkata ” kok cepet? ” aku pun menjawab “iya aku ngebut karna mendengar kata-katamu tadi”, lalu dia bertanya lagi ” memang kamu gak pernah berciuman sebelumnya?. aku menjawab “gak” dan dia berkata ” akupun belum pernah berciuman sebelumnya dan kemarin adalah yang pertama diusiaku yang ke 24 ini,tahun gak bahwa aku terfikir dan melamunkan peristiwa kemarin itu semalaman sehingga aku menelpon kamu pagi ini”, mendengar penuturan cewekku yang seperti itu akkupun gak mau brlama-lama karena dalam benakku hanya ingin bernafsu ria dengan seorang gadis seperti yang selama ini aku bayangkan dan aku pun mulai memeluk dia kemudian ku cium keningnya lalu langsung ke bibirnya,maklumlah belum pengalaman. dalam ciuman itu ku rasakan sensasiyang luar biasa di mulut kami yang menempel,lidah2 kami yang beradu di antara aromma rambut dia yang harum aroma sampo,lama kami bercumbu jenuh juga akhirnya secara naluri pun aku mulai mengalihkan ciuman kami ke arah leher dan dia menurut saja sambil memejamkan mata menikmati sensasi basah dari mulu dan llidahku yang menyusuri lehernya yang mullus,kemudian di antara kejenuhan yang mulai hinggap akibat aktifitas yang monoton kamipun saling memandang dan ku lihat dia tersenyum memandangku dengan pipinya yang merona dan masih dalam pelukanku aku membalas senyumnya lalu dia berkata ” mas ada yang terasa menonjol rasanya. aku tahu yang dia maksud adalah kontolku yang ereksi dari pertama aku ciuman tadi,dengan pura2 tak mengerti aku menjawab ” apanya!?” dan tanpa permisidia langsung memgang kontolku yng masih di dalam celana sambil berkata “yang ini lho mas!”, melihat dia berulah seperti itu pun aku semakin nafsu dan menuntun tangannya ke arah yang benar, menyelinap di antara celanaku dan sampailah tangannya memegang penisku namun karena posisi kami yang berdiri dia kesulitan meski hanya memegang dan akhirnya tanpa maluaku pun melepas celanaku sambil terus berciuman, aku pun akhirnya telanjang namun masih mengenakan kaos oblong favoritku,penisku yang tegang berdiri bengkok mendongak ke atas mungkin merasa aneh dengan pemandangan itu sehingga cewekku terus mempermainkan kontolku yang gag seberapa besar itu,sambil berciuman aku pun mulai meremas dadanya yang bulet kayak bola tenis terbelah dua itu lama2 tanganku pun menyusup ke dalamnya,merasa kurang nyaman akupun melepas ikat BH nya walaupun kesusahan akhirnya aku bisa melepasnya,lalu ku singkap kao putih yang ia kenakan dan dan pengalaman baru dalam hidupku pun terjadi lagi aku mengulum putingnya namun dalam ketidak tahuanku aku merasa heran kok putingnya kecil amet ya,ternyata puting cewek memang kecil kalo masih belum pernah menyusui,saat ku isep pentilnya ia ;langsung melepaskan tangannya yang dari tadi mempermainkan kontolku dan kini ia langsung memelukku seperti ingin menyampaikan kata-kata “terus mas”,saat aku menikmati dadanya tangan kananku pun mulai meraba paha kanannya yang berada di balik rok hitamnya yang panjang itu agak lama berselang akhirnya aku menyentuh kemaluannya dia pun kaget lalu berkata “MAS !!!!!” sambil menatapku dengan ekspresi agag takut seperti hendak berkata “jangan MAS !” , namun otakku yang sudah kesetanan pun malah menyusupkan jari2ku guna menyentuh kepunyaan dia yang paling berharga itu,merasa kurang nyaman aku pun melepas CD dia dan yang aneh lagi ia malah mengangkat pantatnya sehingga aku bisa dengan mudah melepas CD di sepertinya ia mempersilahkan aku menelanjanginya,melihat rambut hitam yang ada di selakangan itu otakku malah tak karuan ingin tahu seperti apa bentuknya dan akhirnya aku pun melakukan seperti adegan dalam film BF yang sering aku lihat selama ini,aku buka bibir vaginanya kemudian aku jilati sembari mencari di mana lobang tempat penis di masukkan,akhirnya aku melihat tempat mencurigakan di dekat anus yang mengkilap karna ada cairan yang meleleh,daging yang berwana merah muda itu menarik perhatianku dan ku buka dengan jari2ku dan akun pun yakin telah menemukan lubang yang datri tadi aku cari,

    DAH NGANTOOOOOOOK, TO BE CONTINUED

  14. 14 marini Juni 22, 2012 pukul 12:59 pm

    yang lagi pengen ngentot sms or tlp aq aj ya..081217674482 / 03171795482 di jamin ueeeeeenaaaaakkkk…!

  15. 15 Bang Uddin Oktober 15, 2012 pukul 11:56 am

    apa gua harus koprol trus bilang “WOW GITHU !

  16. 16 Chelsea Februari 8, 2013 pukul 8:14 pm

    An impressive share! I’ve just forwarded this onto a friend who was conducting a little homework on this. And he in fact bought me dinner simply because I stumbled upon it for him… lol. So allow me to reword this…. Thanks for the meal!! But yeah, thanks for spending time to talk about this topic here on your web site.


  1. 1 Ibu Kos, pembantu kos dan 4 temen arisan ibu kos yang haus sex adalah guru sexku « KUMPULAN CERITA SEX Lacak balik pada Agustus 2, 2011 pukul 12:33 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Cerita Sex Di Facebook

Recent Comment

Bang Uddin di ABG Toket Gede
Bang Uddin di ANI PERAWAN
visit di MBAK LIMAH, JANDA KESEPIA…
Bang Uddin di Oh, Nina
Bang Uddin di Napsunya Pembantu

Who Is Online

Blog Stats

  • 33,254,019 hits

%d blogger menyukai ini: